Aku samak malam sama doa membilas
niat
Hasrat ku tepu menumpu di tepi hati
Basah berendam didalaman air mata yang
dalam
Terapung duka dilantarankan suka
memandang bulan di wajahmu
Berbagai gemintang merampai rasi misteri
hati
Aku menggugu di situ
aku pinjam kubah masjid meninggikan doa
Agar kau lihat walau dimalam buta
Perawang
tanpa sadar air kematian telah pun
dimandikan
esok jika ada yang jerih bak tersampuk
usahlah salai kemeyan dukun
atau bermantera-mantera segala
apalagi meminta maaf pada sang puaka
sesungguhnya puaka telah kehilangan alam
sebab perawang tak lagi perawan
Perawang,
1988
0 Comments