Cuma tinggal kalimat kalimat keparat saja lagi
kami dapat merangkai puisi, sendiri sendiri
dan mencabak cabak didepan cermin pusaka moyang yang retak,
maka jika banyak yang bersepai sepia,
terburai burai marah semburkan sumpah seranah,
merandang pada bincang,
apatah lagi berunding padahal tuding menuding,
pilih memilih bahkan tindih menindih hendak tengokan bersih
payah
dan takpayahlah sebab kami dan kita
taklagi punya kaca, hingga
pada wajah sendiripun kita dan lupa
alang kepalang, kita tukul saja retak
itu sampai
lumat jadi abu, lalu pada riak gelombang
berkaca
kita, kau dan aku pasti, pasti sekali
pasti
bahwa kesitulah puisi puisi melarikan
diri
maka sampai disini eloklah aku akhiri,
karena
ilham lain sudah takmenawan lagi, dari
pada cari
bala dan bawa petaka ku tutup salam
selamat berkarya
0 Comments