Apa Kemana dan Dimana Lagi - Tyas AG

 


Cuma tinggal kalimat kalimat keparat saja lagi 

kami dapat merangkai puisi, sendiri sendiri 

dan mencabak cabak didepan cermin pusaka moyang yang retak, 

maka jika banyak yang bersepai sepia, 

terburai burai marah semburkan sumpah seranah, 

merandang pada bincang, 

apatah lagi berunding padahal tuding menuding, 

pilih memilih bahkan tindih menindih hendak tengokan bersih

payah

dan takpayahlah sebab kami dan kita taklagi punya kaca, hingga

pada wajah sendiripun kita dan lupa

alang kepalang, kita tukul saja retak itu sampai

lumat jadi abu, lalu pada riak gelombang berkaca

kita, kau dan aku pasti, pasti sekali pasti

bahwa kesitulah puisi puisi melarikan diri

maka sampai disini eloklah aku akhiri, karena

ilham lain sudah takmenawan lagi, dari pada cari

bala dan bawa petaka ku tutup salam

selamat berkarya

 


0 Comments