Sajak Ini Kukutip dari Titik Hujan - Darwis Moh Saleh

 



*Buat Seorang Yatim Piatu yang Melintas Jalan

 

hatimu dalam meretak

ditimpa langit

menangislah tapi aku pesan kalua bias

jaga saja titik cahaya

patah sekali pun kelak

dihempap bumo

usahlah padam dihati

sebab kalam doapastikan sebelah terang

tak bias sembunyi

tinggal menempuh seberapa jauh 

air mata perlu dibawa

biarkan menetes

jangan mengharapkan satu tangan siapa

sekali saja tangis dengan telapak tangan

angan menggalah harap

bukankah Tuhan gemar mendengar

suar tetes air mata

 

harimu dalam perjalanan

gelap tak pernah datang

pada orang yang orang

melangkahlah. Tapi aku berpesan lagi kalua bisa

parah sekali pun kelak

usahlah menangis

sebab tajam pasti menikam harap

kecuali majal pada hati yang kebal

jangan kau tahan. Tapi teruslah kau berjalan bukanlah Tuhan gemar rindu-rinduan

 

tentang ole-ole yang hendak kau bagikan

yang tak sempat dikecap orang tuamu

titipkan saja pada masa depan

bukankah kau sedang berjalan di atas pelagi

kalua boleh aku berpesan

karena hujan panas yang retaklah

dia melengkung indah

usahakanlah bernyanyi

sampai orang mencari

kalau boleh lagi aku berpesan

takdir hanya pentas

dihiasi hutan warna-warni

jika kau suka warna pemberian

sehitam apa pun kelam

mampu kau timbun

dengan warna kesukaanmu

 

apa aku terlalu banyak berpesan ya?
Menyebranglah bersama angina yang ada

 

                                                                                 Dumai, 01 Ramadhan 142 H

 


0 Comments