*Buat Seorang
Yatim Piatu yang Melintas Jalan
hatimu dalam meretak
ditimpa langit
menangislah tapi aku pesan kalua bias
jaga saja titik cahaya
patah sekali pun kelak
dihempap bumo
usahlah padam dihati
sebab kalam doapastikan sebelah terang
tak bias sembunyi
tinggal menempuh seberapa jauh
air mata perlu dibawa
biarkan menetes
jangan mengharapkan satu tangan siapa
sekali saja tangis dengan telapak tangan
angan menggalah harap
bukankah Tuhan gemar mendengar
suar tetes air mata
harimu dalam perjalanan
gelap tak pernah datang
pada orang yang orang
melangkahlah. Tapi aku berpesan lagi
kalua bisa
parah sekali pun kelak
usahlah menangis
sebab tajam pasti menikam harap
kecuali majal pada hati yang kebal
jangan kau tahan. Tapi teruslah kau
berjalan bukanlah Tuhan gemar rindu-rinduan
tentang ole-ole yang hendak kau bagikan
yang tak sempat dikecap orang tuamu
titipkan saja pada masa depan
bukankah kau sedang berjalan di atas
pelagi
kalua boleh aku berpesan
karena hujan panas yang retaklah
dia melengkung indah
usahakanlah bernyanyi
sampai orang mencari
kalau boleh lagi aku berpesan
takdir hanya pentas
dihiasi hutan warna-warni
jika kau suka warna pemberian
sehitam apa pun kelam
mampu kau timbun
dengan warna kesukaanmu
apa aku terlalu banyak berpesan ya?
Menyebranglah bersama angina yang ada
Dumai,
01 Ramadhan 142 H
0 Comments