Cintaku padamu sebuku tematu
Berdesah dengan lengan angina
Ketika senja tiba
Juadah ringan kau hidangkan diserambi
Sampai waktu terasa tertunda
Rinduku padamu sebiru udang galah
Tak ingin lepas dalam gelinjang arus
Memperlemak waktu yang berjalan
Aku ingin sekali gugur
Diketerpencilan merah sungai
Menikmati putihmu
yang terbungkus nikmat coklat tematu
tanpa sadar air kematian telah pun
dimandikan
esok jika ada yang jerih bak tersampuk
usahlah salai kemeyan dukun
atau bermantera-mantera segala
apalagi meminta maaf pada sang puaka
sesungguhnya puaka telah kehilangan alam
sebab perawang tak lagi perawan
0 Comments