menjemputmu dengan tahajud
bukan meminta batang tubuhmu
hanya menumpang memasang pelita hati
tak lah pesona pesisir bibir
aku julang kau ke dalam doa
dalam goyang sembahyang
ku atap mati ku macam tak sudah
bila engkau masih impian
tak lah melurut mulia tubuhmu
terukai segala tebat
sebab kesumatku teriring sangat begitu
begitu ternampak suci mu dari arah ku
yang kelam
terasa hati ada yang patah
menyayangimu bukanlah kepayang
tapi menjemputmu saja aku tahajud
tak berpelangkah tak bermantra serapah
hanya dengan rarak doa kau ku hajat
membingkaimu dengan tetes wudhu
merendam degup ku tongkah langit
menggengam salam tak mu
taklah sekedar mengairi dahaga
aku tiris butir-butir air di lembah mu
yang diam dan dalam
mengajak mu berenang juga
meniti talian air yang bening
sampai tak kita jumpai bagi sempadan
menjemput mu dengan tahajud
sampai iblis menyumpah nyumpah
bertasbih jiwa yang letih
taklah mengulum senyum mu
bulan tak lagi ku pandang
bukanlah mengajak mu bercumbu
aku layu ditepian sajadah
taklah mengintai Ramadhan mu
aku bergayut dimalam kabut
mencecah-cecah teter air sembahyang
walau aku ingin sangat hangat
embun mu saja lailatul qadar bagiku
menjemputmu dengan tahajud
bukan sekedar menjemput cahaya mu
hanya menumpang diteduhkan pelita
0 Comments