engkaukah
yang datang dipersimpangan malam itu
bergaun sutra emas
cahaya bulan empat belas
engkaukah
yang dating berlari-lari meniti angina itu
berselendang kabut putih
dinginnya bukit barisan
engkaukah
yang menangis didaunan itu
di ranting-ranting piuna
diluar jendela kamar
engkaukah
yang memanggil-manggil itu
berdiri diberanda mengetukpintu
menyingkap kelambu sepi
menusuk belati ditengah kalbu
Ami
ada lagikah selain kamu
Dumai,
Oktober’87
0 Comments